Hari ini 10 November 2010, merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari Pahlawan Nasional, hari dimana kita mengingat kembali bahwa kemerdakaan bangsa ini bukan dari hasil pemberian negara lain, tetapi hasil dari jerih payah pahlawan yang dengan rela berkorban nyawa untuk negeri. Semangat para pahlawan pada masa perjuangan sangat membanggakan dan mengharukan, tidak dapat dibayangkan betapa beraninya mereka melawan penjajah yang ingin kembali merenggut kemerdekaan bangsa. Segenap kemampuan dan raga mereka korbankan demi hidup yang bebas dan berdaulat yang sampai sekarang dapat kita rasakan hasilnya.

Lantas setelah semua yang telah kita peroleh dari hasil perjuangan para pahlawan tersebut dan diperingatinya 10 November sebagai hari pahlawan nasioanl, apa yang mesti kita lakukan pada masa sekarang. Kita tahu bahwa persoalan yang kita hadapi sekarang ini adalah persoalan yang sangat berat. Penjajah memang tak lagi datang, tetapi bahwa model lain dari penjajahan itu sudah menjadi persoalan baru yang mesti kita perangi.

Bangsa kita mengalami banyak persoalan yang menghambat arah negeri ini untuk melangkah maju kedepan, kita seperti negara yang tidak memiliki tujuan yang pasti, terobang-ambing dengan persoalan sendiri. Ditambah lagi sosok-sosok pemimpin di seluruh negeri ini sepertinya tidak memiliki jiwa kepahlawanan, jiwa pengorbanan atas kepentingan diri sendiri, mereka tampaknya sibuk sendiri dengan usahanya memperkaya dan mempromosikan diri / pencitraan. Oleh karena itulah sekarang hampir sebagian banyak dari masyarakat kita mengalami krisis kepercayaan, baik terhadap para pemimpinnya maupun pada dirinya sendiri dan sudah tidak lagi peduli dengan negerinya. Apa yang bisa diharapkan apabila seluruh manusia yang hidup di negeri tercinta ini sudah mengalami krisis kepercayaan dan hilangnya jiwa kepahlawanan?.

Setiap manusia di negeri ini memang sudah sulit memperoleh harapan dan semangat lagi, melihat kondisi negeri ini yang tidak jelas dan ditambah lagi mereka harus hidup di negeri yang penuh dengan cobaan bencana terus menerus. Mereka hidup untuk dirinya sendiri, sudah tidak peduli apa yang dapat dilakukan untuk bangsa ini, jika kalangan elit pemimpin sudah tidak peduli mengapa masyarakat harus peduli. Coba kita Bandingkan dengan mereka yang berjuang dahulu, angkat senjata dan menyerahkan nyawanya. Mereka bersedia menyerahkan apa saja, demi satu tujuan yang membakar semangat mereka, yaitu mempertahankan kemerdekaan negerinya. Masyarakat dan para pemimimpinya memiliki satu jiwa, yaitu jiwa Indonesia.

Pada moment ini sudah saatnyalah elit pemimpin negeri ini berhenti berbicara mengenai diri dan mereka saja. Sudah saatnya yang dibicarakan adalah bagaimana menyelamatkan negeri ini supaya bisa bertahan. Bangsa ini harus dibangkitkan kembali semangatnya untuk bangkit dan maju melawan ketertinggalan dari bangsa lain. Negara yang maju bukanlah sekerdar parameter-parameter terhitung. Tapi negara maju adalah dimana semua komponen bangsa dapat bersama-sama merasakan keyakinan, kepercayaan akan masa depan bangsa yang adil, sejahtera dan damai. Hari pahlawan tahun ini sebaiknya kita maknai sebagai hari bangkitnya semangat pengorbanan atas kepentingan diri sendiri dan membangun kepercayaan, keyakinan penuh atas harapan masa depan bangsa yang lebih baik.

Wassalam, Selamat Hari Pahlawan 10 November 2010.

About these ads