Masih dalam rangka memperingati hari hak asasi hewan / binatang, posting kali ini adalah hak asasi hewan dalam tinjauan islam. Beberapa tahun yang lalu saya mendengar berita tentang sekelompok organisasi menuntut dan mempermasalahkan hari raya Qurban yang dilaksanakan pada hari raya islam Idul Adha, menurut mereka bahwa kegiatan qurban telah melanggar hak asasi hewan karena telah membunuh jutaan hewan sapi, kambing, kerbau, dan unta untuk diqurbankan tiap tahun demi alasan agama, tindakan umat Islam dituding sangat tidak berprikehewanan dan sangat biadap. Saya tertawa ketika mendengar hal itu, organisasi pembela hak asasi hewan tersebut dengan menggebu-gebu meneriakkan pembelaan haknya terhadap binatang. Yang saya tanyakan dalam hati saya adalah apakah mereka juga mendukung hak asasi manusia?, padahal mereka dahulu dan sekarang keturunanya adalah pelangar hak asasi manusia terberat menurut saya, penjajahan, penindasan, dan pembantaian manusia diseluruh dunia, mereka mengambil harta tanah air penduduk asli bahkan sebagian bangsa orang yang ada dalam organisasi itu telah menjadikan negara rampasan untuk diakui sebagai negara daulat mereka.ahhh mereka adalah bangsa-bangsa penjajah, semua juga pasti sudah tau.

Ok kembali pada tema hak asasi hewan menurut pandangan islam. Berikut adalah artikel yang saya kutip dari situs Yayasan As-Sofwa karya Dr. Nazhami Kholil Abu al-‘Athaa. Diterjemahkan dengan perubahan oleh Abu Yusuf Sujono yang dengan jelas menyebutkan tetang dukungan terhadap hak asasi hewan dan merincikan hak-hak hewan dengan sangat jelas. Karena pada dasarnya setiap makhluk memiliki haknya masing-masing dan Islam talah memerintahkan kita untuk memberikan setiap mereka haknya masing-masing. Dan di antara hak-hak binatang adalah:

1.Hak penjagaan dan perlindungan

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Salah seorang Nabi berteduh di bawah pohon, lalu digigit semut, maka dia mengeluarkan barang bawaannya dari bawah pohon. Kemudian diperintahkan untuk membakar sarang semutnya. Maka Allah mewahyukan kepada Nabi tersebut:”Kenapa tidak satu semut saja (yang engkau bunuh)

Dalam hadits di atas ada penjagaan dan perlindungan terhadap sarang semut dari kerusakan, seandainya Nabi tersebut membunuh satu semut yang menggigitnya saja, Allah tidak akan mencelanya. Termasuk penjagaan terhadap binatang adalah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk menjadikan bintang sebagai sasaran dalam melempar (lempar lembing, memanah, menembak dll). Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma pernah melewati beberapa pemuda dari kalangan suku Quraisy yang menjadikan seekor burung atau ayam sebagai sasaran tembak dan mereka membayar untuk setiap kali panahan yang meleset dari sasaran kepada pemilik burung tersebut. Maka ketika mereka melihat Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, mereka bercerai-berai meninggalkannya, lalu Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat siapa saja yang menjadikan makluk yang bernyawa sebagai sasaran. (memanah, menembak dan lain-lain)”

Dan dalam hadits ini dan hadits-hadits yang lainnya ada penjealasan tentang hak binatang dalm penjagaanya.

2.Hak Pemeliharaan

Seorang wanita masuk ke dalam Neraka karena dia mengurung seekor kucing sampai mati, karena dia tidak memberi makan dan juga tidak memberinya meminum. Dan juga dia tidak melepaskannya supaya dia memakan serangga (HR. al-Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati seekor onta yang punggungnya menempel dengan perutnya (menunjukkan kurusnya), maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Bertaqwalah (takutlah) kepada Allah terhadap binatang yang kurus ini, kemudian naikilah secara baik dan makanlah dagingnya secara baik.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dalam Kitab Shahihnya, dia berkata:”Punggungnya telah jauh dari perutnya (gemuk))

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu menjulurkan tempat minuman untuk kucing, maka kucing itupun meminumnya. Hadits-hadits seperti ini dan yang semisalnya menunjukkan tentang pemeliharaan Islam terhadap binatang. Berangkat dari perhatian terhadap hak binatang dalam masalah pemeliharaan, sebagian kaum Muslimin telah mewakafkan sebuah tempat yang dinamakan ”Wakaf Kucing” yang mana mereka mempersiapkan makanan untuk kucing-kucing tersebut, setiap pagi dan sore.

  • Pages: 1 2 3