Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh….

Bismillahirrahmaanirrahiim….

Tidak terasa idul adha sudah dihadapan, padahal idul fitri terasa baru saja kita rayakan. Hampir tiga bulan sudah kita meninggalkan bulan Ramadhan dan Idul fitri, kini datanglah satu bulan lagi yang dimuliakan, bulan yang merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam, dimana kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu melaksanakan Ibadah haji. Selain itu yang menjadikan bulan ini istemawa adalah diperingatinya hari raya Idul Adha, yaitu beberapa hari yang dianjurkan untuk melaksanakan Qurban, menyembelih hewan kurban bagi yang mampu sebagai rasa syukur dan simbol pengorbanan manusia terhadap Tuhannya. Gema takbir dan iringan bedug menyambut salah satu hari besar itu. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

Kata Idul Adha bermakna kembali kepada semangat berkurban. Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, di mana kaum muslimin selama Ramadhan mensucikan diri dengan berbagai amalan-amalan sehingga mencapai titik fitrah yang suci, Idul Adha tidak demikian. Idul Adha lebih berupa napaktilas sejarah akan kehambaan, keihlasan, dan kesabaran yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismail AS, hari raya qurban merupakan refleksi sejarah kedua Nabi tersebut, peristiwa yang sangat menggugah perasaan kita, dimana nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk menyembeleh anaknya, buah hati yang ditunggu bertahun-tahun kehadirannya yaitu Ismail AS,  sebagai ujian akan kehambaannya terhadap Tuhan dan pada akhirnya keihlasan Ibrahim AS dibalas dengan menggantikan Ismail AS yang akan desembelih dengan seekor domba.

Dengan demikian, dari cerita sejarah kedua Nabi tersebut menjelaskan bahwa esensi Idul Adha bukan semata ritual penyembelihan kurban, melainkan lebih dari itu, membangun semangat kehambaan nabi Ibrahim dan nabi Islamil dalam kehidupan sehari-hari. Lantas apa yang juga dapat dipetik dari hari raya idul adha dan kisah nabi Ibranim dan Ismail AS dalam konteks bencana yang belakangan melanda negeri tercinta kita?

Secara garis besar sebenarnya hari raya Idul Adha memberikan dua makna semangat kehambaan manusia terhadap Tuhannya, pertama Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah sang Khalik. Kurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada sang pencipta. Kedua, makna sosial. Dalam konteks itu, mendidik umat agar memiliki kepekaan, solidaritas tinggi, dan cinta kasih terhadap sesama. Kurban adalah media ritual, selain zakat, infak, dan sedekah yang disiapkan Islam untuk mengaplikasikan sikap kepekaaan sosial itu.

Untuk itu mari Idul Adha sekarang ini terlebih lagi di tengah berbagai musibah yang sedang menimpa Negeri tercinta ini, kita gunakan sebagai moment untuk introspeksi atas kehambaan kita sebagai manifestasi ( Hablum Minallah ) yang mulai luntur akibat ketamakan dan keanggkuhan diri dan instrospeksi serta mawas diri terhadap realitas kehidupan sosial kita sebagai manifestasi (Hablum Minannas). Jangan sampai kita tertutup mata hatinya terhadap penderitaan saudara-saudara kita yang mengalami musiabah, karena sesungguhnya masih banyak jutaan saudara kita yang butuh santunan dan perhatian dari kita. Oleh karena itu hidup saling mengasihi menjadi suatu keniscayaan dan inilah yang harus kita refleksikan dalam kehidupan kita.

Sekaranglah waktu yang tepat untuk mewujudkan penegakan sikap solidaritas dan cinta kasih sebagaimana diajarkan dalam sejarah kisah Nabi Ibrahim, dan mengamalkan ajaran Ismail sebagai simbol penegakan nilai-nilai ketuhanan. Bencana yang melanda negeri kita secara terus menerus tidaklah bermakna kesewenag-wenangan Tuhan tetapi merupakan teguran yang keras karena kecintaan-Nya terhadap hambanya yang kian individual, pragmatis, dan menghamba pada materi. Idul Adha ditengah bencana melanda negeri inilah waktu yang tepat untuk melangkah kepada keseimbangan pengabdian dan penghambaan terhadap Allah SWT dan kepekaan, solidaritas akan sesama manusia.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H.

Wssalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh….