Ilmuwan Vincent Careau PhD dari University of Sherbrooke mencoba melihat hubungan antara kepribadian dengan berbagai aspek biologis pada anjing. Ujicoba terhadap binatang bisa jadi acuan manusia bagaimana binatang bisa panjang umur karena sifatnya. Dikutip dari Topnews, Senin (24/5/2010), ilmuwan menggunakan data yang diperoleh dengan membandingkan berbagai penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.

Dalam menangkarkan ras anjing, tanpa sadar manusia telah melakukan eksperimen tentang kepribadian. Pemilihan ras untuk ditangkarkan tidak hanya didasarkan pada penampilan fisik, melainkan sifat-sifat anjing termasuk apakah anjing tersebut galak atau tidak. Sebagai hasil dari penangkaran tersebut, beberapa ras anjing punya tipe kepriabadiannya sendiri misalnya galak, penurut, punya naluri bertarung, dan lain sebagainya. Faktor lain lain seperti umur dan kebutuhan energi tentu saja tidak diperhitungkan saat menangkarkan.

Hasil yang didapatkan menunjukkan hubungan yang cukup signifikan. Ras anjing yang memiliki sifat penurut dan pemalu dapat hidup lebih lama dibanding anjing nakal. Demikian juga anjing yang agresif atau galak, ternyata memiliki konsumsi energi lebih banyak yang membuatnya lebih cepat mati.

“Sulit dibayangkan, kepribadian yang agresif jika tidak diimbangi kecukupan energi dan sistem metabolisme tidak akan bertahan hidup lebih lama,” ungkap Careau. Sifat-sifat anjing itu ada pada sifat manusia. Orang-orang yang penurut misalnya tidak akan mengeluarkan energi berlebihan dibanding orang agresif yang biasanya gampang stres.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The American Naturalist ini dinilai berhasil mengungkap hubungan berbagai aspek krusial terkait umur binatang. Penelitian berikutnya diharapkan dapat mengungkap tipe kepribadian yang lain dan pengaruhnya bagi usia harapan hidup.

Sumber dikutip : detikHealth