Skuad timnas gagal mengangkat trofi piala AFF untuk keempat kalinya, apa penyebabnya?. Piala AFF tahun ini terlihat dan terasa beda, uforia, ketenaran bintang timnas lebih terasa, apa yang terjadi dan apa dampaknya?. Sok kita kaji perjalanan timnas dari awal kompetisi ini dan anda sendiri yang memutuskan kesimpulannya. Ketenaran yang tiba-tiba melanda beberapa anggota timnas dan euforia masyarakat Indonesia tidak terlepas dari peran media yang over dalam memberitakan skuad timnas. Kesuksesan skuad “Merah Putih” selama babak penyisihan sampai semi final terlalu dibesar-besarkan dalam beberapa media elektronik dan media cetak, dari siaran berita sampai infotiment, dari pagi hingga pagi lagi, dengan mengundang ini mengundang itu yang terkadang tidak ada hubungannya dengan dunia sepak bola. Keberhasilan timnas menembus babak final piala AFF bukanlah suatu hal sangat besar dan hebat, karna selama penyelenggaraan piala kompetisi sepak bola seasia tenggara, Indonesia hampir selalu melaju kebabak semi final dan final dengan jumlah gol yang besar. Tampaknya inilah yang dilupakan sebagian besar media masa dan pencinta dadakan timnas Indonesia.

Sebagai pencinta timnas Indonesia yang selalu setia menonton aksi-aksi skuad “Merah Putih” di berbagai kompetisi yang diikuti walaupun sering gagal menjadi nomor satu, sangat muak dan sangat menjijikan menyaksikan pemberitaan yang terlalu berlebihan dari sejumlah media. Walaupun timnas berhasil menembus final yang ke empat kalinya, tapi belum pernah sebelumnya skuad Indonesia berhasil mengangkat trofi piala AFF, jadi kesuksesan yang dibesar-besarkan adalah kesuksesan semu. Kesuksesan yang benar-benar sukses adalah jika timnas kita berhasil mengangkat trofi piala AFF di akhir 90 menit babak final leg 2.

Pemberitaan media yang berlebihan inilah yang nampaknya juga mengundang akal ketua PSSI dan para politikus busuk untuk mendapatkan iklan gratis pencitraan untuk memenangkan hati pencinta sepak bola seluruh Indonesia dengan berbagai macam safari politik PSSI dan ketua kader pendukungnya. Ackhh apa yang terjadi setelah timnas gagal membalas, mengejar gol aggregat malaysia dan gagal memenangi piala AFF tahun ini?. Revolusi besar-besaran PSSI dan Reformasi jilid kedua terhadap lintah darat pemerintah mungkin akan terjadi.

Berikut tema-tema yang mungkin cocok berkaitan dengan timnas dan menajemen kepemimpinan PSSI selama ini hingga sekarang di piala AFF 2010 : (Timnas Gagal Raih Trofi AFF Walau menang 2-1 Di GBK, Timnas Kalah Aggregat 4-2 dari Malaysia, Timnas Ranner Up Keempat Kalinya, Tina ( TVONE ) ikut Andil Kekalahan Timnas, Tina Ganggu Konsentrasi Skuad Timnas Dalam Pesawat, Wartawan Ganggu Konsentrasi Timnas Dalam Perjalanan Pesawat Ke Malaysia, Malaysia Menajadi Juara Piala AFF Untuk Pertama Kalinya,  Kekalahan Timnas Berlanjut, Kegagalan Timnas Di Final, Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia, Media Ikut Andil Dalam Kegagalan Timnas, Overekspos Media Terhadap Skuad Timnas, Manajemen PSSI Akar Masalah Kegagalan Timnas, Indonesia Dipecundangi Malaysia, Hubungan Lumpur Siduarjo Dengan Kekalahan Timnas, Lumpur Siduarjo Dikurang Bonus Bakri Sama Dengan Kekalahan Timnas, Siduarjo-Bonus Ical=Timnas Gagal, Laser Ganggu Konsentrasi Pemain Timnas, Kegagalan Timnas Di Bukit Jalil Bukan Karna Laser Penonton, Revolusi PSSI, Turunkan Ketua PSSI, Nurdin Melarikan Diri Setelah Timnas Kalah 3-0 Di leg Pertama, Nuansa Politik Terlihat Jelas Di PSSI, Markus Horison Tangguh Di kandang, Maman dan Hamka Kehilangan Konsentrasi Di Malaysia, Pasukan Timnas Bukan Penyebab Kekalahan “Merah Putih”, Gonzales Gagal Kadali Pertahanan Malaysia Di Bukit Jalil, Irfan Bachdim Obat Kekalahan Timnas Di Hati Para Remaja Putri, Harapan Timnas Akan Selalu Ada Jika Ketuannya Mundur, Ical Malu Gak Ya!, Blunder Politik Ical Terulang Lagi, Nama Bakri Selalu Membawa Masalah Bagi Indonesia, SBY Sebaiknya Kerja Saja, Rakyat Siduarjo Sengsara Indonesia Juga Sengsara, Harapan Berlaga Di Piala Dunia Hanya Ilusi Yang Indah, PSSI Tidak Pernah Belajar, Ketua PSSI Tidak Mempunyai Rasa Malu, Manajemen Pengaturan Pembelian Tiket Rekor Terburuk Di Dunia, ISL Harus Berhati-hati, ISL Harus Terus Berlanjut, IPL Tambah Merusak Masa Depan Sepak Bola Indonesia, Reformasi PSSI Bukan ISL, Ketegasan Pemimpin Diperlukan PSSI, Ganti Nurdin Dengan Ketua Baru Seorang Warrria, PSM Ngambek Akibat Kesalahannya Sendiri, IPL Sebaiknya Tolak Tim Tidak Tertip Dari ISL, IPL Tidak Akan Maju Hanya Mengandalkan Kompetisi Amatiran, Klub Amatir Dengan Lapangan Amatir Tidak Akan Sukses Di TV, Suporter Indonesia Belum Dewasa, Walau Timnas Menang Bukan Berarti Ketua PSSI Selamat, Media Seharusnya Pintar Mengelola Emosi Rakyat, Media Meracuni Kemampuan Orang Mengingat Sejarah, Amburadul Manajemen PSSI, Timnas Terbukti Jago Kandang, Pasukan Garuda Jangan Berkecil Hati, Bambang Pamungkas Dan Kawan-kawan Tetap Pahlawan Walaupun Timnas Gagal, Okto Cepat Juga Kecepatan Mikirnya, Ridwan Layu Sebelum Mekar, Firman Benara-Benar Kecewa Dalam Hatinya Terhadap PSSI, Ahmat Bustomi Layak Bermain Di Timnas, Suporter Indonesia Sudah Biasa Kecewa, Alasan Media Bahwa Masyarakat Rindu Kemenangan Timnas Senjata Tajam Pembelaan Overekspost, Nurdin Sebaiknya Mangakui Kegagalannya Menjadi Ketua PSSI, Timnas Ditunggangi Kepentingan Politik, Ternyata Nurdin Kader Golkar, Nurdin Lebih Nurut Ical Dari Pada Presiden SBY, SBY Perintahkan Harga Tiket Turun dan Nurdin Tutup Telinga, Nurdin Mengakui Secara Gamlang Bahwa Menurunkan Harga Tiket Perintah Ical Dan Dia Sebagai Kadernya Harus Mengikutinya, Kapan Timnas Juara, Alfred Riedl Tak Berkutik Dengan Safari Politik Nurdin, Alfred Riedl Tidak Tertekan Dengan Rakyat Indonesia Tapi Dengan PSSI, Campur Tangan Partai Politik Bahaya, Politik Dan Olah Raga Memiliki Alam Yang Berbeda, SBY Sebaiknya Campur Tangan Dalam Reformasi PSSI, Klaim Pihak Tertentu Terhadap Kesuksesan Timnas, Istigosah Baik Tampa Pemain Hadir, Kelelahan Akibatkan Timnas Loyo Di Malaysia, Idola Baru Di Skuad Timnas, Irfan Bachdim Fenomena Baru Yang Sudah Biasa Di Indonesia, Idola Wanita Irfan, Naturalisasi Juga Baik, Naturalisasi Jawaban Harapan Rakyat, Baik Lokal Maupun Naturalisasi Yang Terpenting Adalah Kemenangan, Samsir Alam Masa Depan Timnas, Pembinaan Pemain Muda Terus Diperbaiki, Ayo Maju Terus Timnas, Belajar Dari Malaysia, Kekelahan Beruntun Indonesia, Timnas Bukan Milik PSSI, Garuda Di Dadaku, Garuda Kebangganku, Kuyakin Hari Ini Pasti Menang, Kompetisi Harus Lebih Ditingkatkan, Majulah Merah Putih, Dukungan Pemerintah Sangat Diperlukan, Nurdin Harus Gentelman, Nugraha Besus Harus Sadar, Lapangan GBK Sudah Tidak Layak, Stadiun GBK Harus Di Renovasi Besar Besaran, Kemenagan Lima Kali Berturut-Turut Tidak Menjamin Juara, Kemengan Harus Diraih Lagi Oleh Timnas, Boas Menyesal Kalo Indonesia Menang, Alasan Boas Sudah Biasa, Alfred Riedl Tidak Akan Betah Jika PSSI Terus Begini, Semamgat Pasukan Merah Putih Membara, Sebab-musabab Kekalahan Timnas, Siapa Yang Paling Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Indonesia, Indonesia Pasti Juara AFF, Sang Juara Di Tanah Malayu, Saatnya Indonesia Bangkit Meraih Juara, Timnas Meraih Mimpi, Kobarkan Semangatmu Tunjukkan Sportivitasmu, Perjuangan Hidup Mati Timnas Indonesia, Kejayaan Indonesia Harus Tetap Berkobar, Kecintaanku Terhadap Timnas Indonesia Tak Akan Pudar Dengan Kekalahan.)