Gayus Tambunan akan membuat pertarungan politik semakin sengit. Setelah kasus mafia hukum serta kepergiannya ke Bali yang menyentak publik dan diduga melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie meskipun kemudian pihak Ical termasuk lewat Jubirnya Lalu Mara sudah berkali-kali membantah, Gayusgate kembali membuat heboh, Ditemukan bukti bahwa Gayus bisa bebas ke luar negeri padahal dia berstatus tahanan. Kasus terakhir mengenai paspor aspal dan pelesiran gayus ke beberapa negara inilah yang menyedot perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan “kenapa kasus ini baru deketahui setelah sekian lama?”.

Kasus gayus yang terkesan bak film berseri ini tak telepas dari peran satgas. Peran Satgas ternyata sangat ampuh dalam mengungkapkan sekaligus memanaskan kasus gayus, setelah berhasil menemui Gayus saat melarikan diri ke Singapura dan kemudian “membawa” Gayus bernyanyi: grup Bakrie memanipulasi pajak ratusan miliar rupiah, kini satgas terkesan kembali mengeluarkan isu gayusgate untuk mengingat kembali mafia pajak terkait perusahaan Bakrie yang mulai terdengar samar-samar karena proses penyidikan dan pengusutan yang juga terkesan mulai salah jalan. Satgas seperti mencicil pengungkapan kasus gayus.

Perlahan-lahan berbagai kasus yang diduga melibatkan elit atau bahkan organisasi Golkar akan diungkap. Tentu tidak sekaligus, dicicil perlahan untuk sampai pada jelang pemilu 2014. Kasus gayus yang di ungkap satgas ini mengundang komentar bebarapa politikus terutama dari partai Golkar, mereka curiga ada skenario mencicil skandal Gayus. Kenapa diungkap sedikit demi sedikit, sehingga menutupi isu-isu panas dan kasus besar. Skandal Century, penjualan saham Krakatau, mahalnya harga cabe dan rencana kenaikan BBM, jadi tenggelam oleh berita Gayus.

Skenario mencicil kasus Gayus memang terlihat dan terdengar masuk akal, karena seharusnya pihak penyidik dan satgas yang mulai awal menangani kasus ini sudah mengetahui semua kegiatan dan perbuatan gayus yang mudah mengungkapkan rahasia jika dia mulai terdesak, penyidik polisi dan satgas dapat mengumumkannya sekaligus di awal gayus disidangkan. Dicicil atau tidaknya kasus gayus, masyarakat tentu boleh menilai bahwa sebenarnya kasus ini menjadi senjata tajam partai pendukung setia pemerintah (P. Demokrat) untuk mengendalikan sikap Golkar yang terlalu kritis dan terkesan haus kekuasaan.

Secara garis besar sebenarnya kasus-kasus yang muncul dipermukaan merupakan hasil pertarungan dua partai besar yaitu partai Golkar dan partai Demokrat menjelang pertarungan pemilu 2014, kasus Century kesukaan Golkar dan kasus Gayus kesukaan partai demokrat. Berawal dari SM yang tegas ingin mengusut pengemplang pajak, SM disituasikan kemudian dimundurkan, Golkar Minta plus kekuasaan dengan senjata Centurygate, Pemerintah (Demokrat) bahas Gayus dan seterusnya nego-nego. Kedua kasus tersebut tampaknya tak akan selesai setidaknya sampai tahun 2014 mendatang.