Apakah kalian pernah berpikir bahwa sebenarnya Tuhan telah menciptakan soulmate di luar sana?, percayakah bahwa ada seseorang yang secara khusus diciptakan untuk anda, seorang belahan jiwa yang akan membuat anda utuh?. Saya sendiri terus terang masih meragukan “soulmate/belahan jiwa” itu, bukan lantasan karena saya sampai saat ini belum menemukan pasangan tapi lebih karena saya masih kurang mengerti apa sebenarnya itu soulmate, apa rasa dan ciri-ciri yang universal yang dapat menggambarkan jika benar-benar “belahan jiwa” itu ada. Dari pengalaman memang beberapa kali saya merasa bahwa teman terdekat bahkan seseorang yang pertama kali saya lihat memiliki kesan dan rasa yang berbeda di hati, apakah benar saya dekat dan bertemu dengan soulmate lantasan perasaan berbeda itu atau saya hanya terpengaruh oleh konsep soulmate, nah makin dibuat bingung jadinya.

Sebelum tambah bingung coba kita lihat beberapa pengertian, gambaran, dan pemikiran mengenai “belahan jiwa”. Ini salah satu kutipan yang saya ambil dari kompas[dot]com yang berisi alasan mengapa kita harus percaya konsep “belahan jiwa”, “Soulmate itu ada, meski tidak selalu pada akhirnya berjodoh(*). Tuhan menciptakan segalanya dalam perfect balance, ada kiri ada kanan, baik dan buruk, yin dan yang jadi, somewhwre outthere, pasti ada soulmate yang bikin hidup kita jadi balance”. Hemm peryataan di atas untuk sementara sungguh masuk akal “perfect balance”, memang Tuhan menciptakan semuanya saling berpasangan, sama halnya yang disebutkan dalam kalimat tersebut tapi keseimbangan sempurna yang seperti apa ya, apa memang Tuhan menciptakan semuanya secara terpisah-pisah dan membiarkan manusia menemukan keseimbangannya, jika dikaitkan dengan hubungan manusia, bagamana dengan manusia yang sepanjang usianya tidak menemukan belahan jiwanya sebagai pelengkap kesempurnaan hidupnya?.

Ungkapan di atas juga menyebutkan walupun ada soulmate, tidah harus pada akhirnya berjodoh(*), loch…ee. Ok coba kita lihat lagi pengertian /pemikiran soulmate itu, ini saya dapatkan dari wikipedia : Belahan jiwa adalah sebuah istilah yang terkadang digunakan untuk menandakan seseorang yang memiliki perasaan mendalam dan daya tarik antar pribadi yang natural (tidak dibuat-buat). Konsep yang berkaitan ialah adanya dua jiwa kembar yang akan menjadi belahan jiwa terahir bagi pasangannya, satu-satunya salah satunya hanya separuh dari sebuah jiwa yang asli, dengan begitu masing-masing jiwa yang separuh itu harus bergerak untuk mencari yang lain dan bersatu. Bagaimanapun, tidak semua orang menggunakan teori dan percaya pada konotasi mistiknya. Sebenarnya tori diatas berdasarkan buah pikiran Aristophanes, Plato symposium, bahwa manusia sesunggunya tergabung dari empat lengan,empat kaki, dan sebuah kepala yang terdiri dari dua wajah , tapi Zeus (dewa Yunani) takut akan kekuatan mereka dan memecahnya menjadi separuh bagian saja, sebagai hukumannya meraka harus menghabiskan separuh hidup meraka untuk mencari separuh bagiannya lagi untuk menjadi sempurna.

Setelah membaca pengertian dan pemikiran diatas cukup jelaslah pandangan saya mengenai konsep belahan jiwa itu. Dengan menyampingkan pengertian, pemahaman turunan dan modifikasi lainnya tentang “Soulmate” maka saya dapat simpulkan semetara bahwa belahan jiwa itu adalah adanya perasaan yang beda dari biasanya, belahan jiwa itu hanya satu, manusia harus berusahan untuk mencari belahan jiwannya untuk sempurna, dan Tuhanlah yang telah membuat konsep “belahan jiwa” itu. Tapi kembali pada pertanyaan semula jika memang ada separuh jiwa kita yang mesti kita cari, bagaimana dengan seseorang yang selama hidupnya tidak menemukan belahan jiwanya termasuk orang yang tidak sempurna dan Tuhan membiarkan dirinya tidak memiliki jiwa yang lengkap. Dan ini mungkin pertanyaan konyol, apakah soulmate itu merupakan merupakan konsep hubungan pria wanita yang harus bersatu dalam hubungan suami istri ( belahan jiwa, sempurna hanya dengan bersatu)* jika iy, bagaimana dengan sesama jenis yang merasa sama dan saling mengisi kekosongan hati mereka dengan bersatu lebih sekedar pertemanan (hati yang sempurna adalah hati bersatu / jika benda berupa bola terbelah menjadi  dua masing-masing setengah maka namanya bukan bola, kedua belahan harus disatukan bukan saling didekatkan )*.

Achh semakin mencoba mengerti konsep soulmate dari pengertian di atas semakin banyak pertanyaan yang semakin meyakinkan saya bahwa konsep belahan jiwa adalah hasil akhir  modifikasi manusia atas harapan atau keinginan untuk menemukan seseorang yang benar-benar sesuai yang dapat memenuhi hasrat untuk melengkapi dirinya, ketika hal itu terjadi ataupun susah terjadi maka Tuhanlah yang menjadi segala sumber pengharapan dan penghargaan paling utama untuk segala masalah manusia. Jadi Tuhan bukanlah tersangka atas pembuatan konsep “soulmate” tapi manusialah palaku utamanya. Tuhan telah menciptakan pria wanita untuk saling melengkapi, saling menyayangi dan manusia diberi kehendak untuk memilih pasanganya masing sesuai keinginannya sendiri, adapun norma-norma yang dibuat Tuhan untuk manusia adalah untuk mejalani kehidupan dunia dengan baik dan benar.

Inspiration ( Bus TransJakarta and I Was Felt Meet with Soulmate)