Apa ada manusia yang tidak pernah tidur?. Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktivitas ini, bagaimana dengan seseorang yang mengaku tidak pernah tidur sepanjang hidupnya, so pasti dia sedang berbohong atau orang tersebut mengalami gangguan otak alias gila. Nah, Berbicara mengenai otak tentu sangat berkaitan dengan kecerdasan mahluk hidup khususnya manusia, lantas bagaimana ya membuat dan menjaga otak kita agar tetap cerdas dimulai dari kebiasaan tidur kita?. Yuk kita lihat bagaimana kebiasaan/cara tidur orang dahulu kala, orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sangat berbeda dengan jaman sekarang, tidur memakai bantal adalah sebuah kebiasaaan atau keharusan. Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar sehingga otak mereka dapat bekerja dengan maksimal, karena tubuh bisa beristirahat total saat tidur.  Berbeda dengan yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total. Karena tubuhnya saling menekan dengan alas tidur.

Magaimana dengan posisi tidur?, Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal tampa tertekan. Tidur dengan posisi ini bermanfaat agar mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung. Posisi tidur yang membuat bodoh adalah terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.

Saat tidur yang baik adalah jam 8 malam  sampai jam 1 dini hari. Selanjutnya jam 1 dini hari  sampai jam 4 pagi digunakan untuk belajar, jam 4 pagi sampai jam 6 pagi untuk olahraga, dan seterusnya. Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 – 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.

Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

SR : iradisa.com