Catatan kecil dari kehidupan dan hikmah bulan ramadhan

Sebagai seorang insan yang penuh cita-cita, tentu saya tidak ingin gagal dan sedapat mungkin berusaha agar terkabulkan semua harapannya. Tapi ya.. namanya hidup adalah proses yang di dalamnya begitu banyak pilihan, cobaan, dan rintangan yang harus dihadapi. Sebagai manusia biasa, tentu saya juga kecewa ketika menghadapi cobaan atau rintangan yang terasa begitu berat, kecewa karena antara harapan yang besar dan hasilnya jauh berbeda dari bayangan kita. Tapi apakah kita harus menyerah dengan cobaan dan rintangan, kemudian harus menurunkan harapan dan mengikuti alur kehidupan yang sepertinya sudah ditakdirkan.

Ada yang bilang hidup itu adalah lingkaran atau roda kehidupan, terkadang ada di bawah dan ada di atas. Tapi bagi saya selalu saja ada pilihan dalam hidup, pilihan akan selalu di bawah atau berada di atas, memang ada masa-masa yang menyenangkan dan tidak sedikit juga masa yang menyedihkan. Ketika mengalami masa-masa yang menyenangkan maka kita merasa Tuhan menyayangi kita dan terasa semua permohonan yang kita sampaikan terkbulkan, tapi ketika kita merasa sedang menglami proses yang tidak menyenangkan bahkan menyedihkan dan kita begitu bernafsu dan berkeinginan segala sesuatu yang menjadi harapan harus segera terwujud maka kita merasa Tuhan tidak mempedulikan kita dan mengeluh ketika do’a serasa tidak di dengar.

Janganlah kita termasuk orang-orang yang berputus asa dan berhenti berharap, tetaplah berharap dan bercita-cita tinggi demi kebaikan, teruslah berusaha semampu mungkin dan berdoalah dengan penuh kesabaran. Allah berfirman :

“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Bersabar, berusaha, dan tersenyumlah dalam menikmati setiap proses kehidupan. Cobalah untuk menyadari dan bersabar, bahwa banyak hal di dunia ini yang harus melalui proses dan tidak instan. Segala keinginan dan cita-cita yang belum tercaipai bukan berarti musnah dan tidak terkabul, hanya seberapa besar kita berusaha dan berprasangka baik terhadap Allah. Ingatlah setiap usaha dan segala kegiatan yang kita jalankan di dunia ini adalah proses transisi, transisi dari keadaan tidak baik ke keadaan yang baik dan lebih baik. Boleh jadi kita menyenangi dan menganggap baik sesuatu, namun hal itu sesungguhnya berakibat buruk bagi kita, dan boleh jadi kita membenci sesuatu, namun hal itu sesungguhnya amat baik untuk diri kita. Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui dari pada diri kita.